Komitmen mencetak lulusan siap kerja kembali ditegaskan Politeknik Piksi Ganesha Indonesia (PPGI). Melalui program Kunjungan Industri dan Wisata Edukatif Bromo yang digelar pada 19–21 Januari 2026, PPGI membawa mahasiswanya turun langsung ke jantung industri berskala nasional hingga internasional.
Kegiatan ini diikuti jajaran pimpinan kampus, dosen, serta mahasiswa dari berbagai program studi, yakni D4 Manajemen SDM, D3 Teknik Elektronika, D3 Mesin Otomotif, dan D3 Akuntansi. Mereka mengunjungi sejumlah perusahaan besar, di antaranya PT Industri Kereta Api (INKA), PT Betts Indonesia–Albea, serta PT Surabaya Autocomp Indonesia (SAI/Yazaki Group).
Direktur Politeknik Piksi Ganesha Indonesia Kebumen Ari Waluyo SST MM MOS, menegaskan kunjungan industri bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian penting dari pembelajaran vokasi berbasis praktik nyata.
“Kami ingin mahasiswa tidak hanya unggul secara teori, tetapi juga memahami langsung budaya kerja industri, teknologi yang digunakan, sistem produksi, hingga standar keselamatan kerja,” tegas Direktur dalam keterangan resminya, Kamis 22 Januari 2026.
Selama kunjungan, mahasiswa memperoleh pengalaman langsung mengenai proses manufaktur kereta api, sistem kelistrikan otomotif, wiring harness, hingga penerapan manajemen industri modern. Pengalaman lapangan tersebut menjadi bekal strategis untuk membentuk kompetensi, disiplin, karakter, serta kesiapan kerja lulusan PPGI.
Sebagai kampus vokasi dengan akreditasi Baik Sekali, PPGI terus memperluas jejaring kerja sama industri. Tak hanya di dalam negeri, peluang magang dan kerja juga terbuka hingga Asia, khususnya Jepang, serta Eropa seperti Ceko dan Hungaria.
Menariknya, rangkaian kegiatan ini juga dipadukan dengan wisata edukatif ke Gunung Bromo. Selain menjadi sarana penyegaran, agenda tersebut dimanfaatkan untuk memperkuat kebersamaan, kepemimpinan, karakter, serta wawasan kebangsaan mahasiswa.
Panitia kegiatan menambahkan bahwa PPGI berkomitmen mencetak lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga matang secara mental dan karakter.
“Kami ingin melahirkan lulusan yang pintar, tangguh, beretika, adaptif, dan benar-benar siap menghadapi tantangan industri masa depan.
