TERAKREDITASI "B" BAN PT
SELAMAT DATANG DI POLITEKNIK DHARMA PATRIA
  • Teknik Elektro dan Informatika Komputer
  • Teknik Elektro dan Rekam Medis Kesehatan
  • Akuntansi Keuangan
  • Akuntansi Perkantoran
  • Komputerisasi Akuntansi
  • Manajemen Informatika
  • Teknik Otomotif

POLDA JADI BAGIAN DEKLARASI ANTI - RADIKALISME

Mon, 02 Oct 17 19:04:16

Politeknik Dharma Patria Kebumen dan juga 3000 Perguruan tinggi lainya Se-Indonesia di Nusa Dua Bali untuk menghadiri deklarasi Aksi Kebangsaan Perguruan Tinggi melawan Radikalisme yang dilaksanakan pada tanggal 25-27 September 2017.
Dr. H. K Prihartono selaku Direktur Politeknik Dharma Patria turut serta mendeklarasikan dalam acara Aksi Kebangsaan Perguruang Tinggi Melawan Radikasilme.
Dalam acara tersebut Jokowi menyaksikan Deklarasi dan Aksi Kebangsaan Anti Radikalisme sebagai komitmen dunia pendidikan tinggi menolak semua tindakan dan paham-paham kekerasan di dunia kampus.

Presiden Jokowi dalam arahannya mengingatkan pada insan perguruan tinggi betapa negara Indonesia adalah sebuah negara yang besar.
"Kenapa dikatakan negara yang besar karena penduduknya yang besar 258 juta, kita juga memiliki 17 ribu pulau, 516 kabupaten kota, 34 provinsi. Kita juga beragam. Kita memiliki 714 suku, 1.100 lebih bahasa daerah yang berbeda-beda. Oleh sebab itu saya perlu mengingatkan untuk terus menjaga tali persatuan kita, menjaga tali persaudaraan kita," ujarnya.
Menurut Presiden, Perguruan tinggi adalah pusat pengembangan teknologi, pengetahuan, dan seni yang bertujuan untuk menemukan dan menegakkan kebenaran juga memberikan manfaat yang sebesarnya-besarnya bagi negara dan kemanusiaan. Munculnya gerakan dan paham yang bersifat radikal yang mengajarkan kekerasan untuk memecah belah persatuan adalah keadaan yang membahayakan bangsa, negara dan kemanusiaan.

Oleh karena itu lanjutnya, perguruan tinggi harus mengambil sikap jelas dan tegas dalam mencegah dan melawan radikalisme serta mengambil peran nyata dalam membela Pancasila dan NKRI sebagai wujud kepedulian kepada bangsa dan negara Indonesia. Atas dasar pemikiran tersebut perguruan tinggi se- Indonesia menyatakan Deklarasi Kebangsaan Melawan Radikalisme.
Presiden Jokowi menyebutkan saat ini sedang terjadi infiltrasi ideologi yang ingin menggantikan Pancasila, memecah-belah bangsa karena keterbukaan yang tidak bisa dihindari.
"Media sosial begitu sangat bebasnya sehingga infiltrasi sering kita tidak sadari. Muncul dengan cara dan metode baru, halus, lembut kekinian, dengan pendekatan yang akrab dan sering menyentuh hati. Sehingga kita lupa bahwa kita telah memiliki Pancasila, terangnya".
"Saya merasa sangat bangga sekali telah dideklarasikannya oleh pimpinan tinggi se-Indonesia, tekad untuk mempersatukan kita dan negara Indonesia," lanjut Presiden.
Jokowi paparkan Perguruan tinggi adalah kawahnya pengetahuan, sumber pencerahan dan sangat bahaya sekali kalau sudah menjadi medan infiltrasi ideologi-ideologi radikal. Jokowi berpesan jangan sampai kampus menjadi lahan penyebaran radikal.

Dirinya meminta pada seluruh Rektor maupun Direktur perguruan tinggi untuk melakukan pembinaan kembali. Ideologi Pancasila perlu dimasukkan pada sistem pendidikan baik pada kurikulum, ekstra kurikuler, tempat kerohanian atau ibadah.
"Harus diajarkan toleransi, persaudaraan, jangan sampai menjadi ladang intoleransi. Tanamkan sejak penerimaan mahasiswa baru bahwa keberagaman adalah sumber kekuatan kita," imbuhnya.
Pada kesempatan tersebut, Jokowi juga meminta perguruan tinggi agar terus melakukan terobosan dan berani dalam membuka program studi yang mengikuti lompatan-lompatan inovasi.
 "Jika perguruan tinggi tidak bisa mengantisipasi hal tersebut maka kita akan tertinggal," pungkasnya.

Kehadiran Dr Prihartono dan juga sebagai presiden konsorsium Piksi ganesha membuktikan bahwa Politeknik Dharma Patria layak di pertimbangkan karena  mendapat kesempatan serta kehormatan dengan diundangnya oleh Bapak Presiden dalam kegiatan Aksi Kebangsaan tersebut.

Turut hadir juga group konsorsium Piksi Ganesha yakni Politeknik Dharma Patria juga diwakili Ari Waluyo, AMA Dharmala Yogyakarta diwakili Virginita, Akademi Telekomunikasi Bogor diwakili Bloko Budhi, Akbid Isma Husada diwakili Sri Wahyuningsih, Amik Veteran Politeknik Pratama Purwokerto diwakili Bisma Indrawan, STMIK Pamitraan Karawang diwakili Nurrohman, AMIK Sultan Agung Bekasi di wakili Daldiri, STIES Darul Ulum Purwakarta diwakili Imam Sucipto.


Foto Bersama dengan Presiden Ir. Joko Widodo









TUTORIAL

Fri, 10 Mar 17 13:26:21

Proyektor terbaru dari SONY, "Bukan hanya proyektor BIASA"

Akhirnya proyektor pintar Sony yang konsepnya telah kita nanti sejak satu tahun yang lalu muncul di Mobile World Congress (MWC) 2017. Proyektor ini bernama Sony Xperia Touch, yang mampu…Selengkapnya

Mon, 22 Aug 16 13:41:15

Teknologi Terbaru Dari Google yang membuat kita tahu Segalanya

Sebuah perangkat pengeras suara (speaker) dari google yang dibekali mikrofon untuk mendeteksi suara manusia kapan saja. Bentuknya seperti pengharum ruangan otomatis yang bagian bawahnya bisa diganti-ganti warnanya sesuai keinginan.

Alat ini…Selengkapnya
LOWONGAN PEKERJAAN

Fri, 29 Sep 17 16:41:21

Lowongan Dosen Politeknik Dharma Patria Kebumen


Selengkapnya

Tue, 29 Aug 17 12:14:09

Lowongan Staff SI/Hardware Politeknik Dharma Patria Kebumen


Selengkapnya